Showing posts with label KISAH ISLAMI. Show all posts
Showing posts with label KISAH ISLAMI. Show all posts

Thursday, May 12, 2016

MENYAMBUT BULAN SYA'BAN

Bulan Sya’ban adalah bulan yang disukai untuk memperbanyak puasa sunah. Dalam bulan ini, Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunah. Bahkan beliau hampir berpuasa satu bulan penuh, kecuali satu atau dua hari di akhir bulan saja agar tidak mendahului Ramadhan dengan satu atau dua hari puasa sunah. Berikut ini dalil-dalil syar’i yang menjelaskan hal itu:
ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﺃُﻡِّ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﺃَﻧَّﻬَﺎ ﻗَﺎﻟَﺖْ : ﻭَﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﺳْﺘَﻜْﻤَﻞَ ﺻِﻴَﺎﻡَ ﺷَﻬْﺮٍ ﻗَﻂُّ ﺇِﻟَّﺎ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻭَﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻪُ ﻓِﻲ ﺷَﻬْﺮٍ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﻣِﻨْﻪُ ﺻِﻴَﺎﻣًﺎ ﻓِﻲ ﺷَﻌْﺒَﺎﻥَ
Dari Aisyah R.A berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa satu bulan penuh kecuali puasa bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah melebihi (puasa sunah) di bulan Sya’ban.”
(HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)
Dalam riwayat lain Aisyah berkata:
ﻛَﺎﻥَ ﺃَﺣَﺐُّ ﺍﻟﺸُّﻬُﻮﺭِ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻥْ ﻳَﺼُﻮﻣَﻪُ ﺷَﻌْﺒَﺎﻥَ، ﺛُﻢَّ ﻳَﺼِﻠُﻪُ ﺑِﺮَﻣَﻀَﺎﻥَ
“Bulan yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW untuk berpuasa sunah adalah bulan Sya’ban, kemudian beliau menyambungnya dengan puasa Ramadhan.” (HR. Abu Daud no. 2431 dan Ibnu Majah no. 1649)
ﻋَﻦْ ﺃُﻡِّ ﺳَﻠَﻤَﺔَ ﻗَﺎﻟَﺖْ : ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﺼُﻮﻡُ ﺷَﻬْﺮَﻳْﻦِ ﻣُﺘَﺘَﺎﺑِﻌَﻴْﻦِ ﺇِﻟَّﺎ ﺷَﻌْﺒَﺎﻥَ ﻭَﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ
Dari Ummu Salamah R.A berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali bulan Sya’ban dan Ramadhan.”
(HR. Tirmidzi no. 726, An-Nasai 4/150, Ibnu Majah no.1648, dan Ahmad 6/293)
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menulis: “Hadits ini merupakan dalil keutamaan puasa sunah di bulan Sya’ban.” (Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari)
Imam Ash-Shan’ani berkata: Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW mengistimewakan bulan Sya’ban dengan puasa sunnah lebih banyak dari bulan lainnya.
(Subulus Salam Syarh Bulughul Maram, 2/239)
Maksud berpuasa dua bulan berturut-turut di sini adalah berpuasa sunah pada sebagian besar bulan Sya’ban (sampai 27 atau 28 hari) lalu berhenti puasa sehari atau dua hari sebelum bulan Ramadhan, baru dilanjutkan dengan puasa wajib Ramadhan selama satu bulan penuh. Hal ini selaras dengan hadits Aisyah yang telah ditulis di awal artikel ini, juga selaras dengan dalil-dalil lain seperti:
Dari Aisyah RA berkata: “Aku tidak pernah melihat beliau SAW lebih banyak berpuasa sunah daripada bulan Sya’ban. Beliau berpuasa di bulan Sya’ban seluruh harinya, yaitu beliau berpuasa satu bulan Sya’ban kecuali sedikit (beberapa) hari.”
(HR. Muslim no. 1156 dan Ibnu Majah no. 1710)
Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah salah seorang di antara kalian mendahului puasa Ramadhan dengan puasa (sunah) sehari atau dua hari sebelumnya, kecuali jika seseorang telah biasa berpuasa sunnah (misalnya puasa Senin-Kamis atau puasa Daud ) maka silahkan ia berpuasa pada hari tersebut.”
(HR. Bukhari no. 1914 dan Muslim no. 1082)
Abu Bakar Al-Balkhi berkata: “Bulan Rajab adalah bulan menanam. Bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman. Dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen hasil tanaman.”
Beliau juga berkata: “Bulan Rajab itu bagaikan angin. Bulan Sya’ban itu bagaikan awan. Dan bulan Ramadhan itu bagaikan hujan.”
Barangsiapa tidak menanam benih amal shalih di bulan Rajab dan tidak menyirami tanaman tersebut di bulan Sya’ban, bagaimana mungkin ia akan memanen buah takwa di bulan Ramadhan? Di bulan yang kebanyakan manusia lalai dari melakukan amal-amal kebajikan ini, sudah selayaknya bila kita tidak ikut-ikutan lalai. Bersegera menuju ampunan Allah dan melaksanakan perintah-perintah-Nya adalah hal yang harus segera kita lakukan sebelum bulan suci Ramadhan datang.

DETIK DETIK KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW.

Telah disebutkan bahwa sesungguhnya pada bulan ke sembilan kehamilan Sayyidah Aminah (Rabiul Awwal) saat hari-hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad S.A.W sudah semakin mendekati, ALLAH S.W.T semakin melimpahkan bermacam anugerahNya kepada Sayyidah Aminah mulai tanggal 1 hingga malam tanggal 12 Rabiul Awwal malam kelahiran Al-Musthofa Muhammad S.A.W.
Pada Malam Pertama (ke 1) :
ALLAH SWT melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa sehingga beliau (ibunda Nabi Muhammad saw), Sayyidah Aminah merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Pada malam ke 2 :
Datang seruan berita gembira kepada ibunda Nabi Muhammad saw yang menyatakan dirinya akan mendapati anugerah yang luar biasa dari ALLAH SWT.
Pada malam ke 3 :
Datang seruan memanggil “Wahai Aminah… sudah dekat saat engkau melahirkan Nabi yang agung dan mulia, Muhammad Rasulullah saw yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada ALLAH SWT.”
Pada malam ke 4 :
Sayyidah Aminah mendengar seruan beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan jelas.
Pada malam ke 5 :
Sayyidah Aminah bermimpi dengan Nabi ALLAH Ibrahim as.
Pada malam ke 6 :
Sayyidah Aminah melihat cahaya Nabi Muhammad saw memenuhi alam semesta.
Pada malam ke 7 :
Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira sehingga kebahagiaan dan kedamaian semakin memuncak.
Pada malam ke 8 :
Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut terdengar dengan jelas mengumandangkan “Bahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat kelahiran Nabi agung, Kekasih ALLAH SWT Pencipta Alam Semesta.”
Pada malam ke 9 :
ALLAH SWT semakin mencurahkan rahmat belas kasih sayang kepada Sayyidah Aminah sehingga tidak ada sedikitpun rasa sedih, susah, sakit, dalam jiwa Sayyidah Aminah.
Pada malam ke 10 :
Sayyidah Aminah melihat tanah Tha’if dan Mina ikut bergembira menyambut kelahiran Baginda Nabi Muhammad saw.
Pada malam ke 11 :
Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Sayyidina Muhammad saw.
Malam detik-detik kelahiran Rasulullah, tepat tanggal 12 Rabiul Awwal jam 2 pagi. Di malam ke 12 ini langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Abdul Muthalib (kakek Nabi Muhammad saw) sedang bermunajat kepada ALLAH SWT di sekitar Ka’bah. Sayyidah Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorang pun yang menemaninya.
Tiba-tiba beliau, Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah dan perlahan-lahan muncul 4 wanita yang sangat anggun, cantik, dan jelita diliputi dengan cahaya yang memancar berkemilau serta semerbak harum memenuhi seluruh ruangan.
Wanita pertama datang berkata,”Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang agung, junjungan semesta alam. Beliaulah Nabi Muhammad saw. Kenalilah aku, bahwa aku adalah istri Nabi Allah Adam as, ibunda seluruh umat manusia., aku diperintahkan ALLAH untuk menemanimu.”
Kemudian datanglah wanita kedua yang menyampaikan kabar gembira, “Aku adalah istri Nabi Allah Ibrahim as diperintahkan Allah swt untuk menemanimu.”
Begitu pula menghampiri wanita yang ketiga,”Aku adalah Asiyah binti Muzahim, diperintahkan Allah untuk menemanimu.”
Datanglah wanita ke empat,”Aku adalah Maryam, ibunda Isa as menyambut kehadiran putramu Muhammad Rasulullah.”
Sehingga semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan ibunda Nabi Muhammad saw yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata. Keajaiban berikutnya Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya berdatangan silih berganti memasuki ruangan Sayyidah Aminah dan mereka memanjatkan puji-pujian kepada ALLAH SWT dengan berbagai macam bahasa yang berbeda.
Detik berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh beliau bermacam-macam bintang di angkasa yang sangat indah berkilau saling beterbangan.
Dan ALLAH memerintahkan kepada Malaikat Ridwan agar mengkomandokan seluruh bidadari syurga agar berdandan cantik dan rapih, memakai segala macam bentuk perhiasan kain sutra dengan bermahkota emas, intan permata yang bergemerlapan, dan menebarkan wangi-wangian syurga yang harum semerbak ke segala arah. lalu trilyunan bidadari itu dibawa ke alam dunia oleh Malaikat Ridwan, terlihat wajah bidadari itu gembira.
Lalu ALLAH SWT memanggil : “Yaa Jibril… serukanlah kepada seluruh arwah para nabi, para rasul, para wali agar berkumpul, berbaris rapih, bahwa sesungguhnya Kekasihku cahaya di atas cahaya, agar disambut dengan baik dan suruhlah mereka menyambut kedatangan Nabi Muhammad saw.
Yaa Jibril… perintahkanlah kepada Malaikat Malik agar menutup pintu-pintu neraka dan perintahakan kepada Malaikat Ridwan untuk membuka pintu-pintu syurga dan bersoleklah engkau dengan sebaik-baiknya keindahan demi menyambut kekasihKu Muhammad saw.
Yaa Jibril… bawalah trilyunan malaikat yang ada di langit, turunlah ke bumi, ketahuilah KekasihKu Muhammad saw telah siap untuk dilahirkan dan sekarang tiba saatnya Nabi Akhiruzzaman.”
Dan turunlah semua malaikat, maka penuhlah isi bumi ini dengan trilyunan malaikat. Lalu ibunda Rasulullah saw di bumi, beliau melihat malaikat itupun berdatangan membawa kayu-kayu gahru yang wangi dan memenuhi seluruh jagat raya. Pada saat itu pula mereka semua berdzikir, bertasbih, bertahmid, dan pada saat itu pula datanglah burung putih berkilau cahaya mendekati Sayyidah Aminah dan mengusapkan sayapnya pada Sayyidah Aminah, maka pada saat itu pula lahirlah Muhammad Rasulullah saw dan tidaklah Sayyidah Aminah melihat kecuali cahaya, tak lama kemudian terlihatlah jari-jari Nabi Muhammad saw bersujud kepada ALLAH seraya mengucapkan, “ALLAHU Akbar.. ALLAHU Akbar.. WalhamduLILLAHI katsira, wasubhanALLAHibukratan wa asiilaa.”
Semakin memuncaklah kegembiraan seluruh alam dunia dan semesta dan terucaplah “Yaa Nabi Salam Alaika… Yaa Rasul Salam Alaika… Yaa Habib Salam Alaika… ShalawatuLLAH Alaika.. ”
Senyum indah terpancar dari wajahNya dan hancurlah berhala-berhala dan bergembiralah semua alam semesta menyambut kelahiran Nabi yang mulia…

“ ALLAHumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad nuuri-kas saari wa madaadikal jaari wajma’nii bihi fi kulli athwaari wa ‘ala alihi wa shahbihi yannuur ”
Artinya:
“Ya ALLAH, limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad, sang cahaya-Mu yang selalu bersinar dan pemberian-Mu yang tak kunjung putus, dan kumpulkanlah aku dengan Rasulullah di setiap zaman, serta shalawat untuk keluarganya dan sahabatnya, wahai Sang Cahaya.”
Sholu Alan Nabi Muhammad SAW.....

Wednesday, May 11, 2016

KEUTAMAAN SHOLAT SUNAH 2 RAKAAT

Allah SWT selesai menciptakan Jibrail (as) dengan bentuk yang cantik, dan
Allah menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang , sayap itu antara
timur dan barat (ada pendapat lain menyatakan 124, 000 sayap). Setelah itu
Jibrail (as) memandang dirinya sendiri dan berkata:
'Wahai Tuhanku, adakah engkau menciptakan makhluk yang lebih baik daripada aku?.'
Lalu Allah swt berfirman yang bermaksud.. 'Tidak'
Kemudian Jibrail (as) berdiri serta solat dua rakaat kerana syukur kepada Allah swt. dan tiap-tiap rakaat itu lamanya 20,000 tahun.
Setelah selesai Jibrail (as) solat, maka Allah SWT berfirman yang bermaksud. 'Wahai Jibrail, kamu telah menyembah aku dengan ibadah yangbersungguh- sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembah kepadaku seperti ibadat kamu, akan tetapi di akhir
zaman nanti akan datang seorang nabi yang mulia yang paling aku cintai, namanya Muhammad.' Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa, sekiranya mereka itu mengerjakan solat dua rakaat yang hanya sebentar sahaja, dan mereka dalam keadaan lupa serta serba kurang, fikiran mereka melayang bermacam-macam dan dosa mereka pun besar juga. Maka demi kemuliaannKu dan ketinggianKu, sesungguhnya solat mereka itu aku lebih sukai dari solatmu itu. Kerana mereka mengerjakan solat atas perintahKu, sedangkan kamu mengerjakan solat bukan atas perintahKu.'
Kemudian Jibrail as berkata: 'Ya Tuhanku, apakah yang Engkau hadiahkan kepada mereka sebagai imbalan ibadat mereka?'
Lalu Allah berfirman yang bermaksud. 'Ya Jibrail, akan Aku berikan syurga Ma'waa sebagai tempat tinggal...'
Kemudian Jibrail as meminta izin kepada Allah untuk melihat syurga Ma'waa.Setelah Jibrail (as) mendapat izin dari Allah SWT maka pergilah Jibrail as dengan mengembangkan sayapnya dan terbang, setiap dia mengembangkan dua sayapnya dia boleh menempuh jarak perjalanan 3000 tahun, terbanglah malaikat Jibrail (as) selama 300 tahun sehingga ia merasa letih dan lemah dan akhirnya dia turun singgah berteduh di bawah bayangan sebuah pohon dan dia sujud kepada Allah SWT lalu ia berkata dalam sujud:
'Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya? '
Kemudian Allah swt berfirman yang bermaksud. 'Wahai Jibrail, kalau kamu dapat terbang selama 3000 tahun dan meskipun aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yangtelah kamu lakukan, nescaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan.... .'
Marilah sama-sama kita fikirkan dan berusaha lakukan... Sesungguhnya Allah S.W.T telah menyembunyikan enam perkara iaitu :
* Allah S.W.T telah menyembunyikan redha-Nya dalam taat.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan murka-Nya di dalam maksiat.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan nama-Nya yang Maha Agung di dalam Al-Quran.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan Lailatul Qadar di dalam bulan Ramadhan.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan solat yang paling utama di dalam solat (yang lima waktu).
* Allah S.W.T telah menyembunyikan (tarikh terjadinya) hari kiamat di dalam semua hari.

KEBERKAHAN JUBAH RASULULLAH SAW

"Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW diberi hadiah sebuah baju yg disimpan sayyidatuna 'Aisyah RA.
Suatu saat ada yg mengetuk pintu rumah Rasulullah SaW ternyata pengemis seraya berkata ; "saya pengemis ingin meminta sedekah dari Rasulullah."
Rasulullah bersabda :
"Wahai 'Aisyah berikan baju itu kepada pengemis itu."
Lalu pengemis itu membawanya dengan sangat gembira lalu pergi kepasar dan berseru siapa yang akan membeli baju Rasulullah , hingga semua orang berkumpul dan semua ingin membelinya.
Seorang yang buta mendengar seruan tersebut lalu menyuruh budaknya agar membelinya dengan seberapa besar pun harganya. dan berkata kalau kau mendapatkannya maka engkau akan kumerdekakan.
Budak itu pun mendapatkannya lalu orang yg buta tadi memegang baju tersebut lalu berkata ; "Yaa Roob dengan hak Rasulullah dan berkat baju yang suci ini maka kembalikanlah pandanganku.
Spontan orang tersebut dapat melihat kembali, lalu dia pergi menghadap Rasulullah saw dengan penuh gembira dan berkata: "wahai Rasulullah pandanganku sudah kembali dan aku kembalikan bajumu sebagai hadiah dari ku. Dan orang itu menceritakan kejadiannya sehingga Rasulullah saw pun tertawa hingga tampak gigi gerahamnya.
Lalu beliau berkata kepada sayyidatuna 'Aisyah ; "perhatikanlah wahai 'Aisyah pada baju itu. Dia telah mengkayakan orang yang miskin (pengemis), menyembuhkan yg sakit (buta), memerdekakan budak dan kembali lagi kpd kita.
سبحانالله
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيّدنامُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سيّدنا مُحَمَّدٍ
Semoga bermanfaat.

KELUHURAN AKHLAK SAYYIDINA ALI ZAINAL ABIDIN (CICIT RASULULLAH SAW)


Seorang pria yang memiliki tas berisi uang 1000 dinar memasuki masjid dan menunaikan shalat didalamnya. Selesai shalat ia pun keluar meninggalkan masjid. Tak lama kemudian ia sadar bahwa tas yang berisi uang tsb tak lagi bersamanya, ia mengira tas tersebut tertinggal di masjid. Ia pun segera kembali kemasjid untuk mencari tasnya...Setelah mencari kesana-kemari, ia tidak menemukan tasnya, yang ia lihat hanyalah Sayyidina Ali Zainal Abidin bin Husain Radhiyallahu Anhuma, yang sedang berjalan keluar dari masjid.
Pria itupun menyusul Sayyidina Ali Zainal Abidin keluar masjid, lalu dengan serta merta berkata kepada Sayyidina Ali Zainal Abidin, "Di masjid tadi tidak ada orang lain, pasti kamu yang telah mencuri uangku!
Masyarakat yang melihat kejadian tersebut, mendengar perkataan pria itu kepada Sayyidina Ali Zainal Abidin, ingin segera memukulinya dan memberinya pelajaran. Karena masyarakat telah mengenal kemuliaan akhlak dan ilmu cucu Sayyidina Ali dan Sayyidatina Fatimah itu. Masyarakat tidak terima jika pria itu menuduh seenaknya. Namun Sayyidina Ali Zainal Abidin memberi isyarat kepada masyarakat agar membiarkan pria tsb. Sementara pria tsb bukannya sadar tapi malah semakin menjadi dan mencaci maki cicit Rasulullah yang terkenal tawadhu' nya kepada Allah Swt.
Sayyidina Ali Zainal Abidin hanya diam saja mendengar cacian pria tsb. Setelah pria tsb diam, Sayyidina Ali Zainal Abidin pun berkata, "Berapa jumlah uangmu yang hilang?". "1000 dinar ", jawab pria itu. Kemudian Sayyidina Ali Zainal Abidin mengajak pria tsb kerumahnya. Sesampainya disana, Sayyidina Ali Zainal Abidin memberikan uang sebesar 1000 dinar kepadanya.
Setelah menerima uang dari Sayyidina Ali Zainal Abidin, pria tsb segera pulang kerumahnya. Sesampainya dirumah, alangkah kagetnya ia karena tas yang berisi uang miliknya ternyata tertinggal dirumah bukan hilang dimasjid. Pria itupun sangat menyesal atas perbuatannya kepada Sayyidina Ali Zainal Abidin dan ia segera pergi menemui Sayyidina Ali Zainal Abidin dan meminta maaf kepada beliau karena telah menuduh dan mencaci maki beliau. Tak lupa juga, ia mengembalikan uang 1000 dinar milik Sayyidina Ali Zainal Abidin.
Namun Sayyidina Ali Zainal Abidin berkata, "Aib-aibku yang kau sebutkan tadi (maksudnya adalah cacian-cacian pria itu kepada Sayyidina Ali Zainal Abidin) semuanya adalah benar...Itu adalah aib ku yang telah engkau ketahui, namun aib ku yang tersembunyi jauh lebih banyak lagi dan uang yang 1000 dinar itu telah aku berikan untukmu karena kamu telah mengingatkan betapa banyak aib-aibku...Kami para Ahlul Bayt Nabi adalah suatu kaum yang tidak akan pernah mengambil kembali apa-apa yang telah kami berikan, ambillah uang itu untukmu, aku telah memaafkan perbuatanmu".
Pria itupun menangis, melihat keluhuran akhlak Sayyidina Ali Zainal Abidin, lalu ia berkata, "Sesungguhnya aku bersaksi bahwa Engkau adalah benar-benar keluarga Rasulullah Saw".
Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Ali Sayyidina Muhammad.
Catatan :
Sesungguhnya amalan yang paling banyak memasukkan manusia kedalam Surga, adalah akhlak yang mulia.
Rasulullah Saw bersabda, "Tidaklah aku diutus, melainkan untuk menyempurnakan akhlak".